Cara memupuk durian dan unsur-unsur pupuk untuk durian

Pada saat ini keinginan akan konsumsi buah durian semakin meningkat. Selain enak dan lezat durian juga mengandung berbagai macam vitamin. 

Dalam memelihara pohon durian seringkali kita mengalami kendala-kendala dalam hal perawatannya. 

Maka kali ini kami akan membahas bagaimana cara memupuk pohon durian agar pohon durian dapat tumbuh subur dan berbuah yang lebat. 

Dan juga kami akan menjelaskan unsur-unsur apa saja yang dibutuhkan dalam hal memupuk pohon durian ini.

1. Manfaat Pemupukan

Salah satu tindakan perawatan tanaman yang berpengaruh besar terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman adalah pemupukan.

Pemupukan bertujuan untuk menambah ketersediaan unsur hara di dalam tanah terutama agar tanaman dapat menyerapkannya sesuai dengan kebutuhan tanaman itu sendiri.


Kekurangan atau definisi unsur hara tanaman dapat diketahui dari gejala-gejala yang tampak pada tanaman.

Definisi unsur hara yang berlebihan dapat menurunkan produktifitas tanaman bahkan dapat menyebabkan kematian.

Pemupukan tanaman muda sangat penting agar tanaman tumbuh subur dan sehat sehingga dapat mulai berproduksi pada umur yang normal.

Dengan pemupukan tanaman akan memperoleh berbagi unsur hara yang dibutuhkan untuk pertumbuhannya, baik unsur hara makro (N, P, K, Ca, Mg, S) maupun mikro (Fe, Mn, Bo, Mo, Co, Zn, Cl, Co).

a. Fungsi dan defisiensi unsur N

Fungsi unsur N

Nitrogen (N) merupakan unsur hara utama bagi pertumbuhan tanaman, yang pada umumnya sangat diperlukan untuk pembentukan atau pertumbuhan bagian-bagian vegetatif tanaman, seperti daun, batang, dan akar.

Tetapi kalau terlalu banyak dapat menghambat pembungaan dan pembuahan pada tanamannya.

Fungsi nitrogen yang selengkapnya bagi tanaman adalah sebagai berikut :
  • Untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman.
  • Dapat menyehatkan pertumbuhan daun dengan warna yang lebih hijau
  • Meningkatkan kadar protein dalam tubuh tanaman.
  • Meningkatkan perkembangbiakan mikro organisme di dalam tanah. Seperti diketahui bahwa hal itu penting sekali bagi kelangsungan pelapukan bahan organis.


Defisiensi unsur N

Defisiensi atau kekurangan unsur N yang selengkapnya bagi tanaman adalah sebagai berikut :
  • Dapat menyebabkan klorosis (pada daun muda berwarna kuning).
  • Pada kondisi buruk, jaringan daun menjadi kering dan mati.
  • Helaian daun menjadi pendek dan keras.
  • Pertumbuhan tanaman terhambat dan kerdil.

b. Fungsi dan defisiensi unsur P

Fungsi P

Fosfor (P) terdapat dalam bentuk phitin, nuklein, dan fosfatide, merupakan bagian dari protoplasma dan inti sel.

Sebagai bagian dari inti sel sangat penting dalam pembelahan sel, demikian pula bagi perkembangan jaringan meristem. Secara umum, fungsi fosfor (P) dalam tanaman dapat dinyatakan sebagai berikut :
  • Dapat mempercepat pertumbuhan akar semai.
  • Dapat mempercepat serta memperkuat pertumbuhan tanaman muda menjadi tanaman dewasa.
  • Dapat mempercepat pembungaan dan pemasakan buah.


Defisiensi unsur P

Defisiensi atau kekurangan unsur Fosfor (P) bagi tanaman dapat diketahui dengan gejala-gejala sebagai berikut :
  • Warna daun hijau tua dan permukaannya terlihat mengkilap kemerah-merahan, serta daun berbentuk pendek-pendek.
  • Bagian tepi daun, cabang, dan batang mengecil dan berwarna merah keunguan dan lambat laun berubah menjadi kuning.
  • Tanaman lambat  berbuah, kualitas buah jelek, dan buah cepat masak.

Jenis-jenis Burung Lovebird

c. Fungsi dan defisiensi unsur K

Fungsi unsur K

Unsur Kalium (K) dapat dikatakan bukan unsur yang langsung pembentuk bahan organik. Dalam hal ini dapat juga ditegaskan bahwa Kalium berperan membantu :
  • pembentukan protein dan karbohidrat
  • mengeraskan bagian kayu tanaman
  • meningkatkan resistensi tanaman terhadap penyakit
  • meningkatkan kualitas buah


Defisiensi unsur K

Defisiensi unsur Kalium (K) pada tanaman dapat terlihat dari beberapa gejala berikut ini :
  • Daun tua akan mengkerut atau keriting
  • Timbul bercak kuning transparan pada daun dan berbuah merah kecoklatan serta mengering hangus terbakar.
  • Rentan terhadap penyakit.
  • Ukuran buah kecil-kecil, dan cepat rusak atau membusuk.

Cara pemupukan

Pemupukan memang dilakukan terus menerus dan takaran pupuk disesuaikan dengan usia tanamannya, dan cara pemupukan harus mengikuti aturan.

Sebelum menabur pupuk terlebih dahulu dibuat rorakan (selokan) yang melingkari tanaman itu dengan batang tanaman sebagai pusat lingkaran.





Garis tengah lingkaran selalu berubah-ubah mengikuti pertumbuhan tajuk pohon.

Dengan demikian , makin bertambah usia tanaman, makin melebar tajuknya, maka makin besar pula lingkaran yang mengelilingi pohon durian itu untuk menabur pupuk.

Rorakan dapat dibuat sedalam 1 cangkulan (sekitar 20 cm). Tanah cangkulan kita sisihkan dipinggirannya.

Sesudah pupuk ditabur merata didalam rorakan selanjutnya, rorakan ditutup dengan tanah cangkulan rorakan tersebut.


Takaran pemupukan

Mengenai takaran pemupukan belum ada ketentuannya.

Kebanyakan orang cukup melakukan pemupukan secara umum saja, yaitu sekedar memberi pupuk organik (pupuk kandang) atau pupuk hijau (yang kebetulan tumbuh disekitar kebun).

Sampai kini, berapa banyak takaran pupuk dan pupuk apa yang dibutuhkan, belum ada kepastiannya. Tetapi yang jelas, pada umumnya tanaman buah buahan seperti buah durian ini.

Selain pemberian pupuk kandang untuk menjaga dan memperbaiki struktur tanah, pemberian pupuk lengkap NPK juga diberikan.

NPK yang dibutuhkan adalah NPK dengan kandungan 15 % N, 15% P, 15% K (15 :15 :15). Pemberian pupuk bisa  diatur , pupuk kandang dulu baru menyusul NPK.

Pupuk kandang sebaiknya diberikan sekurang-kurangnya satu tahun sekali setelah tanaman berbuah, dosis pupuk kandang meningkat sesuai dengan umur dan keadaan tanaman nya sampai 3 kaleng tiap tanaman.

Apabila tanaman tetap subur , pemberian pupuk kandang dikurangi sedangkan pupuk kandang diberikan tiap 3 bulan sekali. tetapi setelah berbuah cukup 2 kali setahun sebelum berbunga dan setelah panen.

Pemberian pupuk kandang atau pupuk organik pada tanaman durian tidak mutlak. Namun, bila kondisi tanaman nya kurang subur (kurus atau pH nya rendah)

Sebaiknya digunakan pupuk kandang untuk merangsang pertumbuhannya.

Perlu diingat bahwa pemberian pupuk kandang yang berlebihan dan tidak diimbangi dengan pemberian pupuk buatan (N,P, dan K) dapat menyebabkan hal-hal sebagai berikut :

  • Tanaman terlalu subur hingga enggan berbunga atau berbuah.
  • Rasa buahnya menjadi kurang manis dan daging buahnya agak lembek.
  • Kemungkinan tanaman mudah terserang hama pengerat.

Akan tetapi bila pupuk kandang tidak diberikan, lebih-lebih pada tanah yang kurus (tidak subur), maka tanaman akan kerdil, dan daunnya menguning (hijau kekuningan).


Dapat juga terjadi tanaman tidak tahan kekeringan dan akhirnya mati. Pemupukan di atas tidak dapat ditentukan dengan pasti karena semuanya bergantung pada kesuburan tanah dan keadaan tanaman.

Demikian penjelasan kami mengenai cara memupuk durian dan unsur-unsur pupuk untuk durian. semoga penjelasan kami dapat bermanfaat bagi anda. Terima kasih.