Cara Budidaya Ternak Itik Petelur Bagi Pemula 2021

Adapun sistem pemeliharaan atau pola beternak itik dapat dibedakan menjadi sistem konvensional, intensif dan semi intensif. 

Sistem konvensional menggunakan pola penggembalaan. Pada sistem semi intensif, itik digembalakan pada siang hari dan dikandangkan pada malam hari. 

Sementara itu pada sistem intensif itik diprlihara dengan cara dikandangkan tiap hari tanpa penggembalaan sama sekali.

Sistem penggembalaan banyak dilakukan di pedesaan karena biaya pemeliharaan lebih murah (tidak mengeluarkan biaya pakan). 

Namun seiring dengan lahan yang semakin sempit serta resiko keracunan akibat penggunaan pestisida di lahan sawah (tempat penggembalaan) di tempag tertentu, sistem penggembalaan mulai ditinggalkan. 

Banyak peternak itik yang menggunakan sistem pemeliharaan secara semi intensif atau intensif karena mampu meningkatkan produktivitas telur 30% lebih tinggi dibandingkan dengan itik yang digembalakan.

Itik mulai bertelur sejak umur 5 bulan dan mencapai puncaknya pada umur 1 tahun, setelah itu mengalami rontok bulu (molting). 

Diperkirakan pada pemeliharaan 2 tahun (730 hari), itik berproduksi sebanyak 70%. Itik yang diternakkan secara intensif mampu menghasilkan telur 200-250 butir/ekor/tahun.

a. Pemeliharaan Periode Starter

Tujuan utama pemeliharaan pada masa starter adalah untuk menekan kematian pada fase awal hidup DOD dan meningkatkan bobok itik sesuai dengan yang diinginkan pada umur 8 minggu. 

Suhu harus tetap dijaga konstan pada pagi, siang, dan malam hari. Karena itu, kandang perlu dibuatkan induk buatan berupa lampu selama satu minggu pertama dengan suhu 29-32 derajat celcius. 

Pada minggu kedua sampai minggu ketiga, suhu diturunkan menjadi sekitar 27 derajat celcius. Pemanasan dilakukan terutama pada malam hari.

b. Pemeliharan Periode Grower

Memasuki umur 22 minggu, itik perlu dipindahkan ke kandang baterai, jika sistem pemeliharaan merupakan sistem intensif. Jika tidak, berarti akan terus dipelihara didalam kandang ren.

Memasuki fase ini, pertumbuhan itik berjalan lambat karena makanan banyak digunakan untuk befraktifitas. 

Target badan ideal minggu ke 23, yaitu sekitar 1,4 - 1,6 kg. Jika berat badan itik kurang dari 1,4 kg, itik akan mengalami keterlambatan kematangan kelamin. 

Sementara itu, itik yang memiliki berat badan lebih dari 1,6 kg terlalu gemuk, sehingga itik menjadi lebih cepat bertelur.

c. Pemeliharaan Periode Dara

Pemeliharaan itik pada masa dara bertujuan untuk mendapatkan bibit itik siap bertelur yang memenuhi syarat. Karena itu, lingkungan dan kandang itik periode dara harus bersih dan nyaman.


d. Pemeliharaan Periode Bertelur

Itik dara bertelur secara bertahap. Produksi telur itik dara umur 5 bulan mencapai 5%. Jumlah telur akan terus bertambah dan akhirnya produksi telur mencapai 60-70%. 

Produksi telur akan tetap setelah itik berumur 8-10 bulan. Setelah berproduksi selama 5-6 bulan atau setelah mengalami masa rontok bulu pertama, sebanyak 30% itik akan diapkir menjadi itik pedaging. 

Lama pemeliharaan itik petelur yang dipelihara secara intensif atau semi-intensif sekitar 2 tahun. Periode kedua merupakan periode bertelur yang paling tinggi. 

Karena itu, banyak peternak memelihara itik hanya sampai pada masa rontok bulu kedua, lalu mencari bibit yang baru.

Populasi itik dengan produktivitas telur dibawah 45% perlu mendapat perhatian dan dipisahkan dari itik yang produktif. Itik yang sudah tidak berproduksi (apkir) dapat dijual sebagai itik potong.

Rangkaian kegiatan pada masa produksi itik perlu disiapkan dan disusun secara teratur untuk membantu tercapainya tingkat produksitivitas yang tinggi serta kestabilan produksi telur. 

Berikut ini salah satu contoh rangkaian kegiatan harian itik.

1. Pukul 06.00 - 07.45

Menyiapkan dan menempatkan pakan serta membersihkan kandang yang kotor. Pada kandang ren, pakan ditempatkan di bagian luar kandang atau tempat itik bermain. 

Untuk kandang baterai, pakan itik ditempatkan di dalam wadah pakan yang telah tersedia. Membersihkan litter dilakukan dengan membalik atau mengganti lapisan jerami atau sekam yang telah kotor.

2. Pukul 08.45 - 10.00

Mengeluarkan itik dari kandang tertutup (untuk kandang tipe ren) dan mengambil telurnya. Untuk kandang baterai, pengambilan telur dilakukan bersamaan dengan pemberian pakan. 

Pada saat ini juga dilakukan pengontrolan terhadap itik yang terlihat kurang aktif atau sakit.

3. Pukul 10.00 - 10.45

Membersihkan tempat pakan atau tempat minum serta mengontrol kondisi kebersihan kandang.

4. Pukul 13.00 - 15.00

Mengamati lingkungan kandang, mengontrol itik yang sakit dan mengamati gangguan dari luar kandang.

5. Pukul 15.00 - 16.30

Menyiapkan dan memberi pakan.

6. Pukul 16.00 - 17.30

Memasukkan itik kembali ke dalam kandang dan memeriksa kondisi air minum.

e. Pemeliharaan Pada Masa Rontok Bulu

Rontok bulu merupakan proses alami bagi setiap itik betina dan indikator batas periode bertelurnya itik. Rontok bulu terjadi setiap 11 - 12 bulan sekali dengan lama masa rontok bulu selama 3 - 4 minggu.

Pada masa rontok bulu, produktivitas itik petelur menurun drastis, tetapi nafsu makannya justru tinggi. Karena itu, peternak sebaiknya mengurangi jumlah dan kualitas pakan yang diberikan karena itik pada periode ini sedang tidak produktif.

Jika masa rontok bulu tiba, laring atau force moulting perlu dilakukan untuk menyeragamkan masa rontok bulu. 

Yaitu dengan mempuasakan itik tanpa memberi pakan dan hanya memberikan air minum selama tiga hari hingga tubuhnya lemah dan bulunya rontok. 

Jika bulu itik sudah rontok, berikan pakan dengan porsi sedikit terlebih dahulu. Selanjutnya, berikan porsi normal pada minggu ketiga. 

Dengan cara tersebut, produktivitas telur akan normal kembali pada minggu berikutnya.

Untuk mempercepat tumbuhnya bulu, pisahkan itik yang bulunya rontok dan beri pakan yang mengandung protein tinggi, seperti ikan asin atau tauge. 

Kedua perlakuan tersebut akan mempercepat itik berproduksi lagi.