6 Cara Budidaya Burung Merpati Lengkap dan Mudah Bagi Pemula

Burung merpati terkenal sebagai burung yang setia terhadap pasangannya. 

Selain sebagai hewan peliharaan, burung merpati juga biasa dijadikan sebagai merpati balap, merpati pos, dan merpati tinggian. 

Komunitas penggemar merpati cukup banyak, tersebar hampir disetiap kota. 

Di Indonesia, ada komunitas merpati untuk jenis merpati balap, merpati pos, dan merpati tinggian.

Harga burung merpati yang cukup tinggi di pasaran membuat peluang usaha budidaya merpati ini cukup menjanjikan.

Manfaat lain dari merpati adalah sebagai sumber protein hewani atau dengan kata lain dijadikan sebagai merpati potong. 

Dalam hal ini, merpati digemari oleh hampir seluruh kalangan masyarakat karena dagingnya yang gurih. 

Merpati memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi dan peluang usaha dibidang ternak merpati potong cukup menjanjikan. 

Penggemar daging merpati memang cukup banyak, namun pesaing di bisnis ini masih sangat sedikit. 

Jika anda jeli dalam melihat peluang usahanya maka anda dapat sekaligus membuat rumah makan khusus daging merpati dengan berbagai hidangan, seperti merpati bumbu rica-rica, merpati goreng saus tiram, merpati presto, opor merpati, merpati bakar bumbu madu, dan lain-lain. 

Di negara Amerika Serikat, hidangan daging merpati cukup banyak penggemarnya. 

Merpati yang dihidangkan adalah merpati yang muda berumur sekitar 1 bulan. 

Masyarakat Amerika Serikat biasa menamakan hidangan tersebut dengan istilah "squab".

Pedoman Beternak Merpati

Ada beragam jenis burung merpati, namun yang biasa diternakkan untuk jenis merpati potong, antara lain jenis giant homer, King, carneau, homer king dan mondaine

Di Indonesia, merpati potong yang biasa diternakkan adalah jenis homer king.

Untuk jenis ini merupakan hasil persilangan antara merpati jenis king dengan giant king. 

Untuk merpati balap, yang biasa diternakkan adalah merpati tumbler, merpati pos, flight, flying tipper dan bellgian homer

Cara pemeliharaan kedua jenis merpati ini (merpati balap dan merpati potong) tidak jauh berbeda karena merpati mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. 

Adapun tahapan di dalam beternak merpati antara lain :

a. Kandang

Untuk beternak merpati, diperlukan beberapa kandang, antara lain kandang induk, kandang anakan, dan kandang pengobatan.

1) Kandang induk

Kandang induk berfungsi untuk menempatkan sepasang induk merpati yang siap untuk dikawinkan. 

Kandang ini hanya berisi sepasang induk merpati karena kandang ini digunakan pula untuk tempat sarang telur merpati hingga telur tersebut menetas. 

Ukuran minimal kandang merpati : panjang kandang sekitar 2 1/2 kali panjang induk merpati dan lebar kandang sekitar 2 kali panjang induk merpati. 

Sebaiknya kandang induk berada di dalam kotak yang dinding-dindingnya menggunakan ram-raman kawat dengan ukuran yang jauh lebih besar dari kandang induk, minimal induk dapat terbang di sekitar kandang, tetapi tidak terbang bebas sehingga mudah untuk ditangkap.

2) Kandang anakan

Kandang ini berfungsi untuk membesarkan anakan yang sudah disapih dari induknya hingga siap dipanen. 

Umur sapih yang normal sekitar 1,5 bulan. 

Untuk mempercepat proses perkawinan, anakan merpati (piyik) dapat disapih pada umur 2 minggu. 

Karena piyik tersebut belum dapat makan sendiri maka anda yang memberikan atau menyuapi makanan ke piyik tersebut. 

Piyik mulai dapat makan sendiri setelah berumur 1 bulan.

3) Kandang pengobatan

Sesuai dengan namanya, kandang ini berfungsi sebagai tempat untuk mengobati merpati yang sakit sehingga merpati lainnya dapat terhindar dari penyakit. 

Ukuran kandang ini dapat disesuaikan dengan lahan yang disediakn.

b. Pakan

Merpati termasuk pemakan biji-bijian. 

Oleh karena itu, pakan merpati juga berupa biji-bijian, misalnya biji jagung, kacang hijau, kacang tanah, biji gandum, beras jewawut, dan lain-lain. 

Pakan tersebut dapat diberikan satu jenis saja atau dapat pula di campur semua jenis. 

Untuk makanan piyik, bijia-bijian tersebut ditumbuk atau digiling hingga lembut, kemudian dicampurkan dengan air matang suam-suam kuku. 

Aduk hingga rata hinga terbentuk menjadi bubur. Setelah itu, suapi piyik 3 kali sehari.

c. Seleksi induk

Sebelum beternak merpati, anda harus melakukan seleksi induk terlebih dahulu. 

Jika anda beternak merpati untuk tujuan menghasilkan merpati blap maka sebaiknya anda membeli induk yang berasal dari merpati unggul. 

Lebih baik lagi  jika anda medapatkan induk yang sudah pernah memenangkan lomba karena diharapkan dapat menghasilkan anakan yang berkualitas dan nantinya mempunyai nilai jual yang tinggi. 

Untuk mendapatkan merpati yang berkualitas, sebaiknya anda membelinya langsung di peternak sehingga anda dapat menanyakan silsilah keturunan merpati yang akan anda beli itu apakan berasal dari keturunan merpati unggul atau tidak. 

Selain itu, anda juga dapat melihat langsung bagaimana proses beternak merpati. 

Baca juga disini : 6 Cara Ternak Lovebird Mudah dan Lengkap Bagi Pemula

6 Cara Ternak Perkutut Mudah dan Lengkap Bagi Pemula

Selain memilih induk yang unggul, anda juga harus memilih induk yang sehat. 

Ciri-ciri induk yang sehat, antara lain sebagai berikut :

  1. Paruhnya bersih dan mengkilap.
  2. Tidak cacat.
  3. Gerakannya lincah, serta matanya bersih dan jernih.
  4. Bulunya bersih dan mengkilap.
  5. Di sekitar anusnya bersih, menandakan sehat atau tidak diare.

d. Proses reproduksi

Proses reproduksi merpati dilakukan secara alami. 

Sepasang merpati yang sudah siap kawin dimasukkan ke dalam kandang induk dengan pintu tertutup. 

Biasanya setelah 1 minggu, induk jantan dan induk betina tersebut sudah jodoh. 

Hal tersebut tampak ketika induk betina diambil maka induk jnatan akan selalu mengikuti induk betina.

Jika demikian maka biarkan kedua induk merpati tersebut berada di kandang dan pintu kandang dapat dibuka. 

Selanjutnya, sebarkan jerami, ijuk atau sabut kelapa di luar kandang tersebut. 


Jika induk betina akan bertelur, biasanyaa induk betina dan induk jantan akan mengambil jerami, ijuk dan sabut kelapa itu untuk membuat sarang. 

Jika tampak seperti itu maka proses reproduksi sudah terjadi. 

Siklus reproduksi merpati sekitar 35 hari. Dengan demikian, burung merpati dapat bertelur sekitar 8-10 kali dalam setahun. 

Setiap bertelur, rata-rata menghasilkan 2 butir telur.

e. Penyakit

1) Infeksi coryza

Penyakit ini disebabkan oelh mikroorganisme yang menyerang saluran pernafasan dan organ tubuh lainnya.

Indukasi : Gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini adlah gejala flu, seperti hidung beringus.

Pencegahan : Merpati yang sakit segera dipindahkan ke kandang pengobatan. 

Lakukan pengobatan dengan menggunakan MYCOBACT yang dapat diperoleh di toko ternak atau membelinya lewat internet atau online. 

Caranya, larutkan 1 gram MYCOBACT ke dalam 1 liter air matang, kemudian aduk hingga larut dengan air. 

Obat tersebut diberikan selama 3-5 hari.


2) CRD

Penyakit ini disebabkan oleh mikroorganisme yang sensitif terhadap oxytetracycline dan colistin.

Indikasi : Suara merpati terdengar seperti suara ngorok (penyakit ini biasa disebut pula "penyakit ngorok").

Pencegahan : Merpati yang sakit segera dipindahkan ke kandang pengobatan.

Lakukan pengobatan dengan menggunakan MYCOBACT yang dapat diperoleh di toko ternak atau membelinya lewat internet atau online. 

Caranya, larutkan 1 gram MYCOBACT ke dalam 1 liter air matang, kemudian aduk hingga larut dengan air. 

Obat tersebut diberikan selama 3-5 hari.

3) Kolera

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri pasteurela avicida yang menyerang saluran pencernaan dan organ tubuh lainnya.

Indikasi : Gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini adalah kotorannya berwarna kuning kehijauan, tampak lemah, serta tidak mau makan, yang dapat mengakibatkan kelumpuhan.

Pencegahan : Merpati yang sakit harus segera dipindahkan ke kandang pengobatan. 

Lakukan pengobatan dengan menggunakan MYCOBACT yang dapat diperoleh di toko ternak atau membelinya lewat internet atau online. 

Caranya, larutkan 1 gram MYCOBACT ke dalam 1 liter air matang, kemudian aduk hingga larut dengan air. 

Obat tersebut diberikan selama 3-5 hari.

f. Panen

Untuk merpati potong, panen dapat dilakukan setelah anakan mencapai umur sekitar 30-55 hari, dengan bobot tubuh sekitar 500-650 gram. 


Untuk merpati balap, merpati pos, dan merpati tinggian, panen tergantung dari permintaan pasar, mulai dari telur, piyik hingga dewasa.