Cara Budidaya Bibit Ayam Petelur yang Berkualitas

Untuk memperoleh bibit ayam petelur, peternak dapat memilihnya dengan dua cara, yaitu membesarkan pullet sendiri (memelihara sejak DOC) dan membeli pullet. 

Pullet adalah ayam ras petelur yang berada pada masa grower, biasanya berumur 15-20 minggu. 

Pullet yang dipelihara di kandang postal sebaiknya dipindahkan lebih awal agar pullet memiliki waktu yang cukup untuk beradaptasi di kandang battery.


A. Memilih DOC

Jika ingin membesarkan ayam dari DOC, pilih DOC yang berkualitas. Berikut beberapa ciri DOC yang berkualitas :
1. DOC terlihat aktif dan bebas penyakit.
2. Kakinya besar dan basah seperti berminyak.
3. Bulu coklat cerah, halus dan penuh.
4. Pantatnya terlihat bersih dan tidak ada pasta putih.
5. Bobot DOC lebih dari 36 gram.
6. Sudah di vaksin mareks.

Bibit DOC dapat diperoleh dari breeder yang sudah di percaya dan sebaiknya telah memiliki sertifikat. 

Pemilihan DOC sangat mempengaruhi kualitas pullet yang nanti dihasilkan.

Berikut tips untuk memilih dan memperoleh DOC yang berkualitas.

1. Mendatangi sesama peternak ayam petelur. Dapatkan informasi mengenai jenis strain, supllier, dan breeder DOC yang berkualitas. Rekomendasi yang berasal dari sesama peternak merupakan hal yang perlu dijadikan pertimbangan untuk memperoleh breeder yang paling baik.
2. Pengalaman sesama peternak ayam petelur menjadi pelajaran yang berharga. Pada tahap awal, penggunaan jenis strain yang paling berkualitas sangat menentukan keuntungan yang diperoleh dan mempengaruhi keberlangsungan usaha peternakan.

Baca juga : Cara Membangun Kandang Ayam Petelur Yang Ideal
Cara Memelihara Ayam Dara atau Grower

B. Memelihara DOC

Pemeliharaan DOC menjadi sangat penting untuk menghasilkan pullet yang berkualitas. 

Periode awal pemeliharaan DOC tergolong masa kritis yang perkembangannya harus terus di pantau. 

Nantinya, DOC akan beradaptasi membentuk kekebalan tubuh terhadap lingkungan dan terus tumbuh menjadi ayam dewasa.

Pemeliharaan DOC tahap awal biasa disebut tahap pemanasan (brooding period) yang dilanjutkan dengan tahap pertumbuhan (growing period) hingga menghasilkan pullet. 

Brooding period umumnya dilakukan hingga ayam berumur sekitar 6 minggu. 

Sementara itu, growing period dilakukan hingga ayam siap berproduksi atau telah berumur 15-20 minggu.

Beberapa faktor penting dalam masa pemeliharaan brooding period adalah mempersiapkan kandang pemanasan, mengontrol kondisi  kandang, memberikan pakan dan air minum, serta melakukan proses seleksi pada akhir masa brooding period.

Persiapan Kandang Pemanasan

Saat brooding period, DOC dipelihara dalam kondisi lingkungan yang hangat layaknya proses pengeraman dengan induk. 

Untuk menciptakan kondisi hangat ini dibantu dengan alat pemanasan buatan (brooder). 

Pemanas dapat berupa gasolek berbahan bakar gas atau semawar berbahan bakar minyak tanah.


Perbedaan gasolek dan semawar

Pengaturan panas dari alat gasolek biasanya dilakukan pada regulator tabung gas. 

Posisi gasolek diatur pada ketinggian 110-125 cm dari lantai kandang. 

Sementara itu, tingkat panas semawar diatur dengan mengubah posisi tempat minyak tanah. Posisi semawar biasanya 50-75 cm diatas lantai. 

Gasolek lebih unggul dari pada semawar. Pasalnya, gasolek bisa menghasilkan panas yang lebih rata, stabil, dan tidak terpengaruh oleh angin.


Penempatan lingkaran pelindung atau chick guard pada masa brooding period sangat penting. 

Lingkaran pelindung ini dapat menggunakan bahan berupa seng atau triplek. 

Luasan lingkaran disesuaikan dengan kapasitas dan jumlah DOC. Sebagai patokan satu ekor DOC membutuhkan luas 142-284 cm persegi.

Pengontrolan Kondisi Kandang

Sebelum memulai pemeliharaan, kondisi kandang harus bersih, steril, dan telah disanitasi. 

Pencucian kandang, peralatan kandang, dan tempat minum harus dilakukan terlebih dahulu sebelum pemeliharaan DOC. 

Sanitasi dapat dilakukan dengan pemberian disinfektan, seperti formaldehyde, fenol, dan halogen sesuai takaran yang dianjurkan di setiap kemasan.

Selama periode pemanasan, suhu di dalam kandang harus sering di kontrol. Pengukuran suhu dapat dilakukan dengan termometer. 

Namun, suhu aktual belum tentu sama dengan suhu yang dirasakan oleh ayam. Karena itu, pengontrolan suhu dapat dilihat dari aktivitas DOC di dalam kandang.

- Suhu yang terlalu panas menyebabkan DOC menjauh dari pemanas.
- Suhu yang terlalu rendah menyebabkan DOC berkumpul mendekati pemanas.
- Suhu ideal kandang dapat dilihat dari aktivitas DOC yang aktif dan menyebar.
- Jika DOC berada di satu sisi dan bergerombol, menandakan ada hembusan angin yang masuk dari satu arah.

Suhu yang tidak ideal selama brooding period dapat menyebabkan lambatnya perkembangan bobot ayam dan rendahnya tingkat keseragaman serta ayam mudah terserang penyakit.

Untuk menjaga agar suhu kandang tetap stabil, bagian dinding kandang bisa di tutup tirai atau layar. 

Namun, tidak perlu semuanya ditutup, cukup tiga perempat bagiannya.

Seperempatnya tetap terbuka untuk menjaga pergerakan udara dan ketersediaan oksigen didalam kandang.

Selain itu, bagian yang terbuka berfungsi untuk mengeluarkan sisa hasil pembakaran alat pemanas dan sirkulasi udara.

Selama periode pemanasan, pencahayaan harus tersedia dengan baik, khususnya pada dua minggu awal DOC datang.

Pencahayaan dilakukan selama 24 jam pada 2-3 hari pertama. 

Setelah itu, lakukan pengurangan waktu pencahayaan menjadi 10-16 jam secara perlahan-lahan. Intensitas cahaya yang baik di dalam kandang sekitar 5-10 lux.

Pemberian Pakan dan Minum

Pakan yang diberikan selama brooding period berupa pakan starter berbentuk cumble atau fine crumble.

Sementara itu, air minum harus tersedia setiap saat di dalam kandang. 

Letakkan wadah pakan dan tempat minum secara berselang seling di dalam kandang.


Jika perlu, berikan tambahan campuran vitamin C dan air gula dengan dosis 1 gram per liter air untuk DOC pada hari pertama di dalam kandang.

Berdasarkan pengalaman, peternak dapat memberikan pakan pre starter pada minggu ke-1 hingga ke-3 dilanjutkan dengan pakan starter pada minggu ke-4 hingga ke-6.

Cara mudah untuk mengecek DOC sudah makan atau tidak biasanya dengan meraba bagian temboloknya.

Jika terasa penuh, menandakan ayam sudah makan. Karakteristik ayam petelur adalah lebih banyak bergerak dan lincah.

Karena itu, pengecekan ayam harus terus dilakukan agar pertambahan bobot badan tetap optimal.

Kecukupan wadah pakan dan tempat minum pun harus diperhatikan. Ketersediaan wadah pakan harus ideal sesuai dengan jumlah ayam yang ad di dalam kandang.

Lakukan pemberian pakan sedikit demi sedikit dan sesering mungkin. Jangan sampai wadah pakan kosong terlalu lama.

Hindari faktor stres yang dapat menyebabkan ayam tidak mau makan, seperti suhu terlalu panas atau terlalu dingin.

Alas kandang pada periode pemanasan ini biasanya berupa sekam dengan ketebalan sekitar 5-10 cm. 

Lakukan pengontrolan kondisi sekam setiap hari dan usahakan selalu kering.

Sekam yang baik bebas kotoran, bebas kontaminasi jamur, berwarna cerah, tidak terlalu berdebu, dan memiliki kelembaban sekitar 20-30%

Seleksi Kualitas Ayam

Setiap minggu, saat brooding period, lakukan penimbangan beberapa ayam sebagai sampel untuk mengetahui bobot badan dalam satu lokasi kandang.

Pencatatan hasil penimbangan perlu dilakukan secara sistematis untuk memudahkan peternak mengecek kondisi ayam yang dipeliharanya.

Bobot badan yang rendah dan tidak seragam dapat disebabkan oleh beberapa faktor sebagai berikut :
1. Kesalahan teknis pemeliharaan, khususnya jumlah wadah pakan dan tempat minum yang sangat minim.
2. Distribusi pakan yang tidak merata antar wadah dan terlalu lama kosong.
3. Suhu kandang kurang ideal (terlalu panas atau terlalu dingin). Kondisi ini dapat dilihat dari aktivitas ayam.
4. Sirkulasi udara di dalam kandang buruk.
5. Ayam terserang penyakit dan lamban dalam menangani hal tersebut.

Seleksi bobot perlu dilakukan agar anak ayam yang terlampau kecil dapat sesegera mungkin diberikan perlakuan khusus, seperti pemberian multivitamin, membangunkan ayam untuk makan, memberi pemanas lebih lama, dan melakukan pengontrolan lebih intensif.

Perlakuan khusus ini dilakukan hingga bobot ayam di dalam kandang sudah terlihat seragam sekitar 80% dari total populasi.

Seleksi bobot ayam biasa dilakukan pada minggu ke-2 dan ke-3 brooding period

Selain berdasarkan bobot ayam, seleksi juga perlu dilakukan berdasarkan kondisi fisik ayam.

Pisahkan anak ayam yang terlalu kecil, kaki terlihat kering, fisik abnormal, dan ayam yang terserang penyakit.

 Lakukan seleksi ini setiap 1-2 hari mulai dari minggu pertama.


Potong Paruh

Bagi ayam petelur, kegiatan potong paruh atau beak trimming perlu dilakukan untuk menghindari sifat ayam yang mematuk sesama ayam (kanibal) dan efisiensi pemberian pakan.

Potong paruh biasanya dilakukan pada minggu ke-1 brooding period. Ayam yang hendak dipotong paruh harus dalam kondisi sehat.

Namun, beberapa pembibit ayam petelur ada yang sudah melakukan potong paruh saat ayam masih dalam masa penetasan atau saat DOC. Artinya, peternak tidak perlu melakukan potong paruh lagi.

Baca juga ; Cara Mengatasi Perontokan Bulu  Ayam Petelur dan Memanen Telur 
Cara Memelihara Ayam Petelur Pada Masa Produksi

Proses potong paruh menggunakan alat potong paruh khusus (debeaker). Jarak minimum potong paruh dari lubang hidung sekitar 2 mm.

Gunakan ukuran lubang pisau yang sesuai dengan umur ayam. Lubang tersebut berguna untuk memasukkan paruh.

Ukuran lubang yang biasa digunakan di antaranya 3,5 mm ; 4,0 mm ; 4,3 mm ; dan 4,75 mm. 

Untuk menghasilkan potong paruh yang baik, lakukan proses ini oleh orang yang terlatih dan berpengalaman.

Setelah potong paruh, ayam perlu diberi vitamin K seperti Nopstress merah dengan dosis 1 gram per 2 liter air minum.