Cara Beternak Kambing Untuk Pemula dengan Hasil Yang Berkualitas

Semua orang tentu sudah mengenal hewan yang satu ini. 

Peluang usaha ternak kambing sangat menjanjikan karena penggemar daging kambing cukup banyak. 

Banyak rumah makan yang menyedikan berbagai hidangan daging kambing, mulai dari sate kambing hingga gulai kambing. 

Dengan demikian, segi pemasarannya juga tidaklah sulit. 

Tidak hanya dagingnya yang dimanfaatkan, namun kulit kambing pun dimanfaatkan untuk bahan dasar pembuatan jaket, tas sepatu, dan kerajinan tangan lainnya. 

Bagi peternak kambing, hari raya qurban ibarat "hujan uang" karena hampir setiap orang membutuhkan hewan ini untuk kurban dan harganya pun akan naik tajam dibandingkan dengan hari biasa. 

Jelaslah bahwa bisnis ternak kambing ini sangat menggiurkan.


Pedoman Beternak Kambing

Kambing termasuk dalam kelas mamalia, serta gologan famili Bovidae dan ordo Artiodactyla

Hewan ini mudah untuk diternakkan dan dijadikan sebagai sumber protein hewani bagi manusia.

Adapun perbedaan antara kambing dan domba tampak pada bulunya. 

Domba memiliki bulu yang lebih banyak dibandingkan kambing sehingga bulu domba dapat dimanfaatkan untuk pembuatan benang wol. 

Selain itu, pemeliharaan kambing tidak jauh berbeda dengan memelihara domba.

Ada beberapa jenis kambing, antara lain kambing peranakan etawa (PE/jawa randu), kambing kacang, kambing etawa (PE), kambing gunung (liar) dan kambing saenen. 

Kambing peranakan etawa (PE) merupakan jenis kambing hasil persilangan antara kambing kacang dengan kambing etawa. 

Kambing ini dapat menghasilkan susu dengan kapasitas produksi sekitar 1 1/2 liter sehari, sedangkan kambing etawa mampu menghasilkan susu 3 liter perhari. 

Kambing kacang memiliki ukuran yang paling kecil dibandingkan jenis kambing lainnya, sedangkan kambing etawa memiliki ukuran yang terbesar dari jenis kambing lainnya. 

Dengan demikian, jenis kambbing peranakan etawa (PE) memiliki ukuran lebih besar dari kambing kacang dan lebih kecil dari kambing etawa. 

Namun biasanya kambing ini lebih mirip dengan kambing etawa, baik penampilannya maupun dari ukurannya.

Ada beberapa tahapan di dalam berternak kambing, antara lain :


a. Kandang

Kandang merupakan salah satu syarat utama di dalam keberhasilan budidaya kambing karena kandang dapat menjadi media penularan berbagai penyakit jika kondisi kandang tidak dikelola dengan baik. 

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat kandang kambing adalah sebagai berikut :


1. Pemilihan Lokasi

Sebaiknya kandang ditempatkan jau dari pemukiman penduduk. 

Adapun jarak minimal antara kandang dengan pemukiman penduduk adalah 10 meter. 

Lokasi kandang sebaiknya dibuat di daerah pedesaan yang memiliki sumber pakan alami yang melimpah (misalnya rumput) dan harus berada di dekat sumber air bersih agar proses beternak dapat berjalan dengan baik.


2. Ukuran Kandang

Ukuran kandang yang akan dibuat sebaiknya tidak terlalu sempit karena jika kambing ditempatkan di kandang yang sempit dalam jangka waktu yang lama akan mengakibatan kecacatan atau terganggunya perkembangan dan pertumbuhan kambing tersebut. 

Adapun ukuran minimal untuk kandang kambing jika ditempatkan seekor kambing adalah lebar kandang 1 1/2 kali panjang kambing. 

Panjang kandang dua kali panjang kambing, dan tinggi kandang 3 kali tinggi kambing.


3. Fentilasi Udara

Dengan adanya fentilasi udara yang baik, kambing akan tampak lebih sehat dan segar. 

Adanya fentilasi udara yang baik dapat menjadikan aliran udara di dalam kandang berjalan dengan baik pula sehingga kambing dapat menghirup udara bersih.


4. Tempat Pembuangan Kotoran

Sebaiknya kandang kambing dibuatkan tempat khusus untuk pembuangan kotoran sehingga kandang akan mudah dibersihkan, tetap terjaga kebersihannya, serta terhindar dari berbagai penyakit dan bau yang tidak sedap.


5. Tempat Pemberian Pakan dan Minum

Tempat pemberian makanan dan minuman sebaiknya diletakkan di luar kandang sehingga kambing hanya menjulurkan lehernya untuk makan. 

Kelebihan dari penempatan wadah makan dan minum tersebut adalah kebersihan di dlaam kandang tetap terjaga.


b Memilih Bibit

Hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan bibit adalah bibit harus tampak segar dan lincah, bulunya bersih, serta tidak cacat dan berpenyakit. 

Dengan mendapatkan bibit yang sehat dan berkualitas, diharapkan proses ternak dapat berjalan dengan baik sehingga nilai jualnya pun akan tinggi. 

Ciri-ciri bibit yang sehat adalah :

  • Gerakannya aktif/lincah
  • Badannya kekar
  • Bulunya bersih
  • Hidung dan mulutnya tidak beringus dan berliur
  • Tidak cacat
  • Bagian anusnya tidak kotor.
Kambing mulai matang kelaminnya setelah berumur 4 bulan, namun belum cukup untuk dijadikan induk. 


Kambing yang dapat dijadikan induk memiliki beberapa kriteria , antara lain :

1) Induk Jantan

  • Kambing sudah mencapai umur 1,5 tahun dan memiliki gigi seri tetap
  • Berbadan segar dan lincah
  • Memiliki birahi yang tinggi
  • Sebaiknya berasal dari keturunan kembar
  • Tidak berpenyakit
  • Tidak cacat

2) Induk Betina

  • Kambing sudah mencapai umur 1 tahun
  • Tidak berpenyakit
  • Tidak cacat
  • Tubuhnya segar dan gemuk
  • Memiliki dua buah puting susu
  • Berasal dari keturunan kembar

c. Pakan

Pakan untuk kambing tidaklah sulit didapatkan karena berupa rerumputan yang tersedia di alam. 

Selain pakan berupa rumput, kambing pun perlu diberikan pakan tambahan, yaitu berupa jerami padi, ampas tahu, bungkil kelapa, umbi-umbian, jagung muda dan dedak. 


Adapun dosis dalam pemberian pakan adalah pemberian rumput kering sektar 3% dari berat badan dan rumput yang masih segar sekitar 10-15% dari berat badan. 

Rumput yang biasanya digunakan untuk pakan kambing adalah rumput gajah, rumput lapang, dan sebagainya. 

Selain rumput, dapat pula diberikan kacang-kacangan, seperti lamtoro, kacang panjang, buncis dan sebagainya.

d. Proses Reproduksi

Proses kawin pada kambing dibagi menjadi 2 macam, yaitu secara alami dan secara kawin suntik. 

Perkawinan secara alami juga terdiri atas 2 macam, yaitu perkawinan yang dibiarkan hingga kedua induk melalukan perkawinan sendiri dan perkawinan yang dilakukan dengan bantuan manusia.

Dengan cara induk betina ditempatkan didepan induk jantan, kemudain induk jantan diangkat hingga induk jantan terangsang birahinya. 

Perkawinan secara kawin suntik adalah perkawinan yang dilakukan dengan cara memasukkan sperma kambing jantan ke dalam alat kelamin kambing betina. 

Adapun masa kebuntingan sekitar 5 bulan dan perkawinan dapat dilakukan kembali setelah 1 bulan melahirkan, serta siklus birahi sekitar 17 hari dan lama birahi sekitar 1-3 hari.

e. Penyakit

Budidaya kambing tidak lluput dari serangan penyakit. 

Oleh karena itu, diperlukan adanya pengetahuan dan tindakan yang tepat untuk menghindari kerugian yang lebih besar. 


Beberapa penyakit yang biasanya menyerang kambing antara lain :

1. Perut kembung (bloat)

Penyakit ini biasanya menyerang alat pencernaan, seperti lambung. 

Adapun penyebab dari penyakit ini adalah rumput muda yang masih mengandung banyak gas sehingga ketika rumput berada di dalam lambung maka gas yang berada di dalam rumput tersebut keluar dan memenuhi ruangan lambung sehingga kambing terasa kembung.

Indikasi ; nafsu makan berkurang, terjadinya pembesaran pada perut bagian kiri, serta nafas kambing menjadi pendek dan cepat.

Pencegahan : berikan minuman berupa larutan asam jawa dengan gula merah dan mengurut perut kambing yang sakit tersebut agar gas di dalam perutnya keluar.

2. Kudis (Scabies)

Penyakit ini menyerang bagian kulit sehingga kulit menjadi iritasi. 

Adapun penyebab dari penyakit ini adalah kutu.

Indikasi : kulit menjadi iritasi, kulit berwarna merah dan tebal, yang biasanya menyerang bagian telinga, leher dan muka. Kambing tampak gelisah dan bulu kambing menjadi rontok.

Pencegahan : Kambing yang terserang penyakit dipisahkan dari kambing yang masih sehat, kemudian dimandikan dengan menggunakan sampo atau sabun antiseptik agar kutu yang ada di dalam bulu atau kulit kambing segera mati.

f. Panen

Kambing dapat dipanen tergantung pada permintaan pasar, namun biasanya untuk perayaan hari raya qurban. 

Panen dilakukan ketika kambing sudah berumur sekitar 1 tahun - 1 1/2 tahun dan hanya kambing jantan yang dijual pada hari raya qurban. 


Pada acara-acara lainnya atau untuk dikonsumsi, kambing dapat dipanen ketika berumur kurang dari 1 tahun. 

Hasil panen dapat dijual langsung ke pasar kambing atau dipasarkan ke rumah makan dan restoran.