Cara Merawat Burung Love Bird

Perawatan lovebird pada umumnya sangat mudah, tetapi di balik itu kita harus meluangkan waktu banyak untuk menjaga agar burung lovebird selalu sehat.


Ada beberapa hal agar burung lovebird selalu sehat dan berkicau. Hal yang perlu dipertimbangkan dalam mengurus lovebird adalah :

1. Menu makanan

Pengaturan menu makanan yang baik diperlukan untuk menjaga lovebird agar selalu sehat. 

Menu makanan berupa sayuran segar, pelet, kacang, biji-bijian dan protein berupa telur.

Buah-buahan juga harus disediakan sekali atau dua kali seminggu. 

Pemberian biji-bijian harus diberikan dalam jumlah yang relatif sedikit.

Dulu, hampir setiap orang berpikir bahwa memberikan biji-bijian dalam jumlah yang banyak dapat membuat burung lovebird sehat.

Ini adalah cara berpikir yang berbahaya. Memberi biji-bijian yang banyak dapat menyebabkan kegemukan, kolesterol tinggi, defisit nutrisi dan dapat menyebabkan burung lovebird menjadi kurang tahan terhadap penyakit.

Pemberian biji-bijian yang terlalu banyak dapat meningkatkan kegemukan sehingga lovebird jarang atau malas untuk berkicau.

2. Kandang

Ukuran kandang sangat penting. Lovebird harus dapat meregangkan dan mengepakkan sayapnya tanpa memukul sisi kandang atau mainan.

Ada hal yang perlu diperhatikan juga seperti tenggeran.

Burung lovebird suka memanjat, jadi kandang cocok berbentuk horizontal yang memungkinkan lovebird bermain, memanjat dan bergantungan.




Penempatan kandang lovebird sangat penting karena membutuhkan sinar matahari untuk memproses vitamin D dalam penyerapan kalsium.

Sangkar ditempatkan di dekat jendela jika memungkinkan.

Lovebird memerlukan minimal sepuluh jam waktu tidur,. 

Jadi apabila sudah senja, sebaiknya sangkar lovebird dikerodong agar burung tidak terganggu.

Lovebird membutuhkan banyak mainan agar membuat mereka sibuk didalam kandang.


3. Perawatan

Perawatan adalah hal penting untuk kesehatan lovebird. Lovebird memiliki ketombe yang terlihat seperti debu putih kecil.

Jadi, lovebird butuh mandi sehari-hari sehingga didalam sangkar harus disediakan wadah mandi selain wadah minum.

Kebanyakan lovebird akan bersenang-senang bermain air. Lovebird harus diberi perhatian yang lebih.

Bila kuku terlalu panjang sebaiknya dipotong.

Pemotongan kuku harus hati-hait karena dapat menyebabkan pendarahan bila salah dalam memotong kuku.

Hindarkan burung lovebird dari gas beracun, tanaman beracun, dan selalu membersihkan kandang agar terhindar dari segala hama yang dapat menyebabkan lovebird terkena penyakit.

Berikan air dan makanan segar dan bersih setiap hari untuk lovebird.

4. Cegah lovebird lepas dari sangkar.

Ada kalanya kita kurang hati-hati ketika sedang melakukan perawatan terhadap lovebird sehingga lepas dari sangkar nya.

Bila lovebird sudah jinak , hal ini bukanlah permasalahan yang serius. Namun, jika lovebird masih kurang jinak, bisa jadi merupakan musibah bagi kita.



Ada beberapa faktor yang menyebabkan lovebird lepas dari sangkar, di antaranya :

a. Faktor cantelan, gantungan, dan kerangka serta jeruji sangkar.

1)   Sangkar jatuh dan pecah karena cantelannya lepas atau jebol.

Hal ini dapat dicegah dengan langkah-langkah :

-   Perhatikan cantelan sangkar , periksa mur dan bautnya dan pastikan sudah kencang.

-   Selalu periksa setiap hari sebab kalau mur dan baut kendor, ketika tertiup angin, sangkar bergerak-gerak kemudian goyang memutar dan sangkar bisa lepas dari cantelannya.

-   Sangkar jatuh dan pecah karena gantungan yang kita pakai sudah tidak kuat menahan beban. 

-  Sangkar jatuh dan pecah karena mur dan baut cantelan memutar sedikit-demi sedikit tanpa kita sadari dan pada akhirnya mur terpisah dari baut.

-   Sangkar jatuh dan pecah karena ketika mencantelkan atau menurunkannya menggunakan alat bantu tongkat yang tidak kuat atau kokoh sehingga ketika kita mengangkat atau perlahan menurunkannya, beban sangkar tidak seimbang.

-   Sangkar jatuh dan pecah karena ketika menggantungnya tidak dilihat secara cermat apakah lengkungan cantelan sudah tepat masuk ke lengkungan gantungan.

-   Sangkar jatuh dan jebol karena kerangkanya patah saat dicantelkan pada sebuah paku dalam posisi mepet tembok atau sangkar melorot karena paku tidak mencap kuat ditembok.

-   Kerangka sangkar atau jeruji sangkar patah karena didesak-desak atau dipatuk-patuk burung.

b. Faktor pintu sangkar

-   Pintu tidak bisa menutup otomatis. Hal ini dapat terjadi ketika kita membuka sangkar untuk mengganti air atau pakan dan lupa segera menutupnya, burung dapat melesat keluar.

-   Pintu relatif lebar. Pintu yang relatif lebar sering menyebabkan burung lepas saat kita memasukkan tangan untuk mengganti pakan atau mencoba menangkap burung.

c. Faktor dasar sangkar

Penutup bagian bawah sangkar (baik jeruji maupun papan/seng) melorot ketika sangkar diangkat miring.

Pencegahan dapat dilakukan dengan mengusahakan penutup sangkar bagian bawah bisa dikancingkan sehingga kalau sangkar dalam kondisi miring, penutup tersebut tidak melorot/membuka sendiri.

d. Faktor kerodong

Kerodong bisa menyebabkan burung lepas ketika kita angkat dan menyangkut di pintu sangkar yang licin.

Pencegahan dapat dilakukan dengan memastikan pintu sangkar sudah dikancingkan dengan kaitan kawat atau cara yang lainnya.


e. Faktor kesalahan manusia

-   Meletakkan sangkar sembarangan setelah merawat burung bisa mengakibatkan masalah. Misalnya lupa tidak menggantung sangkar ke tempat semula dan sangkar masih berada di lantai.

-   Menggantungkan atau menurunkan sangkar hanya dengan satu tangan.

-   Membawa burung dengan motor hanya dengan cara dipegang pada bagian cantelannya. Hal ini beresiko mengakibatkan cantelan jebol karena beban yang terjadi saat itu bukan semata-mata berat sangkar dan burung, tetapi juga faktor tiupan angin.

-   Salah posisi memegang burung dapat menyebabkan burung mudah lepas, terutama kalau hanya memegang erat pada tubuh sementara bagian leher tidak diposisikan terjepit diantara jari tangan.