Hama dan Penyakit Gurami




Penyakit Non Parasit

Gangguan penyakit non parasit bisa berupa pencemaran air seperti adanya gas beracun serupa asam belerang atau amoniak, kerusakan akibat penangkapan atau kelainan tubuh karena keturunan.

Penanggulangannya dengan mendeteksi keadaan kolam dan perilaku ikan tersebut, serta mencari penyebabnya.

Air kolam yang diduga tercemar gas beracun sebaiknya diperiksa ke laboratorium sekaligus mencari informasi ke dinas perikanan setempat.

Ikan yang sakit biasanya kurus dan lamban pergerakannya.

Kalau penyebab penyakit gas beracun , biasanya ikan lebih senang berenang pada permukaan air untuk mencari udara yang segar. perilaku ini sangat mencolok pada gurami dan tawes.

Penyakit Karena Parasit

Gangguan penyakit karena parasit disebabkan oleh bakteri, jamur, virus, dan berbagai mikro organisme penyebab penyakit.

Kalau gurami terkena penyakit yang disebabkan parasit , biasanya penyakit ini menyerang pada kulit, insang dan organ dalam.

Pada kulit, penyakit menyerang bagian-bagian tertentu seperti dada, perut, pangkal sirip,. 

Bagian yang terserang berwarna merah , penampilan ikan menjadi pucat dan tubuh berlendir.

Pada insang, penyakit menyerang pada bagian insang. 

Tutup insang mengembang, lembaran insang menjadi pucat, kadang-kadang tampak semburat merah dan kelabu.

Pada organ dalam, penyakit menyerang alat pencernaan, pernafasan , hati, dan organ dalam lainnya. Kadang-kadang perut ikan tampak bengkak, sisik berdiri.

Kadang-kadang perut menjadi amat kurus. Ikan menjadi lemah dan mudah di tangkap.

Parasit Yang Paling Sering Menyerang

Salah satu parasit yang paling sering menyerang gurami adalah Argulus indicus

Parasit ini tergolong Crustea tingkat rendah yang hidup sebagai ektoparasit. Bentuknya oval atau membundar, berwarna kuning bening.

Argulus indicus menempel pada sisik atau sirip. 

Gangguan parasit ini dapat menimbulkan lubang kecil yang akhirnya mengundang infeksi sekunder yang disebabkan oleh bakteri atau virus.

Pada tahap berikutnya, infeksi dapat menyebabkan patah sirip atau penyakit cacar.

Pencegahan timbulnya penyakit ini dapat dilakukan dengan mengangkat ikan dan penjemuran kolam selama beberapa hari agar parasit pada segala stadium mati.

Parasit yang menempel pada tubuh ikan dapat disiangi dengan pinset.

PENGOBATAN DAN PENCEGAHAN PENYAKIT


Pengobatan dengan PK

  • Sediakan air yang bersih dalam bak penampungan sesuai dengan ukuran gurami yang akan diobati. perbandingan berat ikan dengan volume air maksimal yang diperkenankan adalah 1 : 40 . satu ekor ikan berbanding 40 liter air.
  • Baut larutan PK sebanyak 2 gram/10 liter air aau 1,5 sendo teh PK dalam 100 liter air.
  • Rendam ikan yang akan diobati dalam larutan tersebut selama 30-60 menit dengan diawasi terus menerus. kalau ikan menunjukkan gejala keracunan, segera pindah kembali ke air segar.
  • Kalau ikan belum sembuh betul, pengobatan ulang akan dilakukan 3 atau 4 hari kemudian.

Pengobatan dengan Neguvon

Ikan direndam pada larutan Neguvon dengan konsentrasi 2-3,5% selama 3 menit. Neguvon digunakan untuk mengobati penyakit ikan yang disebabkan oleh parasit.

Untuk memberantas parasit di kolam , Neguvon dilarutkan didalam air hingga konsentrasi 0,1% , lalu disiram ke dalam kolam yang telah dikeringkan.

Biarkan selama 2 hari. Setelah parasit mati , air bersih dapat dimasukkan sebanyak-banyaknya.

Pengobatan dengan Garam Dapur

Hal ini dilakukan di pedesaan yang sulit mendapatkan bahan-bahan kimia. Caranya siapkan wadah yang telah diisi air bersih.

Tiap 100 cc air bersih dicampur 1-2 gram garam dapur (NaCl), lalu diaduk sampai rata. Ikan yang sakit direndam dalam larutan tersebut. Lama perendaman 5-10 menit.

Setelah itu ikan dipindahkan ke wadah yang berisi air besih, selanjutnya dipindah kembali ke kolam. Pengobatan ulang dilakukan 3- 4 hari kemudian dengan cara yang sama.

Pencegahan dengan Vaksin

Bakteri Enterobacter sp dan Aeromonas hydrophila sering menyerang tubuh ikan bagian dalam. Serangan itu dapat dicegah dengan cara vaksinasi.

Ikan yang di vaksin dengan dosis 10 sel/ml ditambah antibiotika menunjukkan respon kebal penyakit tersebut. Di pasaran telah beredar vaksin Aeromonas Strain 26.

Vaksin ini telah teruji dan tidak terkontaminasi bakteri maupun racun yang menimbulkan kerusakan pada vaksin.