Cara membedakan Lovebird Jantan dan Betina

Ciri khas lovebird yang dipelihara adalah hidup secara berpasangan. Oleh sebab itu, penentuan jenis kelamin lovebird merupakan hal penting sebelum memeliharanya. 

Penentuan lovebird jantan dan betina akan menjadi lebih penting apabila dimaksudkan untuk penangkaran. 

Sepasang lovebird yang sejenis kelamin tentu tak mungkin akan berkembang biak dalam penangkaran. 

Jadi, penentuan jenis kelamin lovebird menjadi pengetahuan dasar yang mesti dipahami oleh para pembudidaya dan penghobi lovebird.


Cara membedakan jenis kelamin lovebird tergantung dari jenis lovebird. Ada yang mudah dikenali jenis kelaminnya ada pula yang susah. 

Penentuan jenis kelamin ini juga akan semakin susah jika lovebird masih muda atau masih anakan. 

Menurut para penghobi burung, jenis kelamin lovebird mulai dapat dikenali setelah berumur sekitar tujuh bulan. 

Cara membedakan jenis kelamin lovebird bisa menggunakan cara sederhana sampai cara ilmiah. 

Disini akan dibahas cara membedakan jenis kelamin lovebird berdasarkan kriteria tampilan bulu dan bukan bulu.

1. Tampilan bulu

Pada umumnya seseorang membedakan jenis kelamin burung dengan melihat bentuk atau tampilan fisik luar burung.

Hal ini adalah cara tradisional dan simpel. Cara semacam ini menuntut pengetahuan dasar yang bagus. 

Seorang pemula tentu perlu bantuan orang yang sudah ahli dalam bidang perburungan untuk meminta petunjuk langsung dalam menentukan jenis kelamin lovebird. 

Akan tetapi, semua pengetahuan pasti dapat dipelajari, entah dari pengalaman secara langsung maupun tidak langsung atau dipelajari lewat literatur.

Berdasarkan tingkat kesulitan, cara menentukan jenis kelamin lovebird dapat dibedakan menjadi 3 kelompok lovebird. 

Ketiga kelompok tersebut adalah grup dimorfik, grup intermidate/menengah dan grup lovebird kacamata.

a. Grup lovebird dimorfik

Grup lovebird dimorfik merupakan grup lovebird yang jenis kelaminnya dapat dengan mudah dibedakan berdasarkan tampilan bulu. 


Perbedaan dasar yang sangat jelas menyebabkan lovebird jenis ini mudah dikenali jenis kelaminnya. 

Beberapa jenis lovebird yang termasuk dalam kelompok dimorfik diantaranya lovebird abisinia, lovebird madagaskar dan lovebird muka merah.

1) Lovebird abisinia (Agapornis taranta)
- Lovebird jantan berat badan 65 gram, dahi berwarna merah
- Lovebird betina berat badan 55 gram, dahi berwarna hijau
2) Lovebird madagaskar (Agapornis cana)
- Tidak ada perbedaan berat badan antara lovebird jantan dan lovebird betina.
- Lovebird jantan kepala dan leher berwarna abu-abu.
- Lovebird betina bulu tubuh keseluruhannya berwarna hijau.
3) Lovebird muka merah Agapornis pullaria)
- Lovebird jantan mempunyai dahi dan muka yang berwarna merah-orange, tunggir berwarna biru muda, bulu terbang dan bagian bawah bulu sayap berwarna hitam.
- Lovebird betina dahi dan muka lebih didominasi warna orange dibandingkan warna merah, bagian bulu penutup sayap berwarna hijau dan di tepi sayap berwarna kekuningan.

b. Grup intermedinate/menengah

Lovebird yang termasuk ke dalam grup intermedinate adalah lovebird yang jenis kelaminnya agak sulit dibedakan dari penampilan fisik. 

Dua jenis lovebird yang termasuk dalam kelompok intermedinate adalah lovebird black collared dan lovebird muka salem.
1) Lovebird kerah hitam
Lovebird jantan dan betina sangat sulit dibedakan dan tampak sama dalam penampilan luarnya.
2) Lovebird muka salem
Lovebird jantan dan betina serupa dalam penampilannya, meskipun pada umumnya penampilan lovebird betina mempunyai bulu di bagian kepala dengan warna yang lebih pucat.


c. Grup lovebird kacamata

Lovebird yang termasuk ke dalam grup kacamata adalah lovebird yang perbedaan jenis kelaminnya tidak konsisten. 

Empat jenis lovebird yang termasuk dalam kelompok lovebird kacamata adalah lovebird nyasa (Agapornis lilianae), lovebird pipi hitam (Agaornis nigrigenis), lovebird topeng (Agapornis personata), lovebird fischer (Agapornis ficheri). 

Keempat jenis lovebird ini sangat sulit dibedakan antara jantan dan betina. Meskipun demikian, ada sedikit perbedaan berat badan antara jantan dan betinanya. 

Satu keunikan dari jenis lovebird kelompok kacamata adalah pada saat menjelang musim berkembang biak, burung betina akan membawa bahan sarang di bawah bulu tunggir dan bulu punggung bagian bawah.

2. Tampilan bukan bulu

Penentuan jenis kelamin lovebird memang bisa gampang dan susah. Secara fisik jenis kelamin pada lovebird sangat sulit dibedakan. 

Jika ada perbedaan tampilan  bulu yang mencolok antara jenis jantan dan betina, tentu hal ini akan mudah di tebak jenis kelaminnya. 

Namun, ada pula lovebird yang sangat sulit dikenali jenis kelaminnya hanya berdasarkan tampilan bulunya saja. Untuk itu, digunakan ciri lain untuk menentukan mana lovebird jantan dan betina.


Ciri-ciri yang sering digunakan untuk mengenali jenis kelamin lovebird berdasarkan tampilan bukan bulu adalah sebagai berikut :

a. Bentuk tubuh

Bentuk tubuh sering dijadikan sebagai patokan untuk menentukan jenis kelamin lovebird. 

Lovebird betina cenderung memiliki tubuh yang kekar dan lebih berat daripada lovebird jantan. 

Namun, patokannya seperti ini tidak mutlak sifatnya karena perkembangan setiap lovebird berbeda-beda. 

Bisa jadi ukuran tubuh jantan malah lebih kecil daripada betina karena pembawaan lahir, penyakit atau perbedaan pemeliharaan.

b. Warna

Warna yang dimaksud disini mengacu pada gelap dan terang bulu lovebird dan bukan mengenai perbedaan warna bulu pada beberapa bagian tubuh yang berbeda antara jantan dan betina. 

Pada umumnya, lovebird jantan mempunyai warna yang lebih terang dari pada lovebird betina. 

Walaupun begitu, perbedaan gelap terang ini tidak selalu benar karena warna bulu juga tergantung pada  makanan, iklim dan variasi geografis.

Baca juga : Jenis-jenis Burung Love Bird
Cara Merawat Burung Lovebird Selama Prakontes dan Pasca Kontes
Masalah Dalam Penangkaran Lovebird

c. Cara bertengger

Cara bertengger adalah ciri yang sangat sederhana untuk menentukan jenis kelamin lovebird. 

Cara ini digunakan berdasarkan kebiasaan cara bertengger yang dilakukan oleh lovebird. 

Lovebird betina bertengger dengan jarak antar kaki lebih lebar dibandingkan lovebird jantan. 

Hal ini tentu tidak dapat dilakukan untuk mengenali satu ekor burung karena harus ada pembandingannya untuk membedakan jarak antar kaki antara burung yang satu dengan burung yang lain ketika bertengger.

d. Bentuk ekor

Mengenali jenis kelamin lovebird dapat dilakukan dengan cara melihat ciri ekornya. 

Lovebird betina biasanya mempunyai ekor dengan bentuk yang lebih rata dibandingkan ekor lovebird jantan.

Bentuk ekor lovebird jantan cenderung agak meruncing.


e. Membuat sarang

Pembuatan sarang lebih sering dilakukan lovebird betina dari pada jantan. 

Cara membuat sarang lovebird adalah dengan cara mengigit-gigit diluar sarang pada cabang-cabang dan batang yang lebih tebal. 

Lovebird betina akan mengambil kulit kayu dan mengumpulkannya untuk membuat sarang. Di sisi lain, lovebird jantan menyuapi lovebird betina. 

Meskipun demikian, kecendrungan menentukan jenis kelamin burung lovebird dengan cara pembuatan sarang ini juga sepenuhnya tidak mutlak karena ada juga lovebird jantan yang aktif mengumpulkan bahan sarang.

f. Perabaan pada tulang pubis (supit urang)

Biasanya mengenali jenis kelamin lovebird dengan cara meraba supit urangnya, lovebird memiliki dua tulang pubis (supit urang) pada bagian pinggulnya. 

Pada musim berkembang biak, supit urang lovebird betina menjadi lebih lentur dan jarak antara kedua tulang pubis tersebut melebar karena pengaruh hormon. 

Keadaan tersebut dapat dirasakan dengan rabaan tangan. Pada lovebird jantan, jarak antara dua tulang pubis tersebut sempit. 

Teknik perabaan ini hanya dapat digunakan bila kegiatan seksual lovebird betina sedang aktif.