6 Cara Budidaya Ternak Ayam Petelur Lengkap dan Mudah Untuk Pemula

Saat ini, telur sudah menjadi kebutuhan pokok hampir seluruh kalangan masyarakat. 

Mulai dari pasar tradisional, pasar modern, hingga warung sembako skala kecil pun menjual telur ayam. 

Selain itu, produk olahan yang menggunakan telur ayam juga sangat beragam, mulai dari martabak, roti hingga pizza. 

Dengan demikian telur ayam memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. 

Usaha di bidang ini pun sangat menjanjikan karena permintaan pasar akan telur ayam sangat tinggi.

Pedoman Beternak Ayam Petelur

Dikatakan sebagai ayam petelur karena ayam ini mampu menghasilkan telur yang lebih banyak dibandingkan jenis ayam lainnya. 

Jenis-jenis ayam petelur yang biasa diternakkan antara lain sebagai berikut :

a. Shaver S 288

Ayam jenis ini memiliki bulu berwarna putih dan mampu menghasilkan telur sekitar 280 butir pertahun.

b. Hubbarb leghorn

Ciri fisik dari ayam petelur jenis ini adalah memiliki bulu berwarna putih dan mampu menghasilkan telur kurang lebih sekitar 260 butir telur pertahun.

c. Babcock B 380

Ayam petelur jenis ini memiliki bulu berwarna coklat dan mampu menghasilkan telur kurang lebih 275 butir telur pertahun. 

Ayam ini dapat juga dijadikan sebagai ayam pedaging karena ukuran tubuhnya yang cukup besar dan rasa dagingnya pun tergolong enak.

d. Hisex white

Ayam petelur jenis ini memiliki bulu berwarna putih dan mampu menghasilkan telur sekitar 288 butir telur pertahun.

e. Shaver star cross 579

Ayam petelur jenis ini memiliki bulu berwarna cokelat dan mampu menghasilkan telur sekitar 265 butir telur pertahun. 

Karena ukurannya yang besar maka ayam petelur ini dapat pula dijadikan sebagai ayam pedaging.

f. Ross white

Ayam jenis sama dengan jenis hubbarb leghorn, yaitu memiliki bulu berwarna putih. 

Ayam jenis ini mampu menghasilkan kurang lebih 275 butir telur pertahun.

g. Hisex brown

Sesuai namanya, ayam petelur jenis ini memiliki bulu berwarna cokelat. 

Ayam petelur jenis ini mampu menghasilkan telur sekitar 272 butir telur pertahun. 

Selain sebagai ayam petelur, ayam jenis ini juga dapat dijadikan sebagai ayam pedaging karena ukurannya yang besar dan rasa dagingnya enak.

h. Ross brown

Ayam petelur jenis ini memiliki bulu berwarna cokelat dan mampu menghasilkan telur kurang lebih sekitar 270 butir telur pertahun. 

Selain sebagai ayam petelur, ayam jenis ini juga dijadikan sebagai ayam pedaging.

i. Hubbarb golden cornet

Ayam jenis ini bulunya berwarna cokelat dan mampu menghasilkan telur sekitar 260 butir telur pertahun. 

Ayam jenis ini memiliki ukuran tubuh yang cukup besar sehingga dapat pula dijadikan sebagai ayam pedaging.

j. Warren sex sal link

Ayam jenis ini bulunya berwarna coklat dan mampu menghasilkan telur sekitar 280 butir telur pertahun. 

Selain dijadikan ayam petelur , dapat juga dijadikan sebagai ayam pedaging.

Adapun tahapan di dalam beternak ayam petelur tidak jauh berbeda dengan ayam pedaging, antara lain sebagai berikut :

a. Kandang

Dikarenakan ayam merupakan unggas yang rentan terhadap penyakit maka sebelum pembuatan kandang perlu diperhatikan beberapa hal antara lain :

1. Lokasi kandang harus jauh dari pemukiman penduduk

Langkah awal sebelum pembuatan kandang adalah pemiliha lokasi kandang. 

Mengingat bahwa penyakit yang menyerang ayam sangat berbahaya dan dapat menular ke manusia (misalnya, flu burng) maka alangkah lebih baik jika lokasi kandang jauh dari pemukiman penduduk. 

Hal ini bertujuan agar dapat menghindari berbagai penyakit yang menyerang secara tiba-tiba. 

Jarak minimal antara kandang dengan pemukiman penduduk adalah 20 meter.

2. Lokasi kandang harus mudah diakses dalam proses distribusi

Di dalam proses beternak, kebutuhan ayam petelur harus terpenuuhi, misalnya pakan, obat-obatan, vitamin, dan lain-lain. 

Sehingga lokasi kandang harus mudah diakses kendaraan guna mendapatkan segala hal yang dibutuhkan selama proses beternak tersebut. 

Selain itu, pada saat panen pun harus ada alat transportasi untuk mendistribusikan hasil panen sehingga alangkah baiknya bila lokasi kandang mudah untuk diakses oleh kendaraan. 

Dengan mudahnya akses distribusi hasil ternak, dapat menghemat waktu dan biaya transportasi.

3. Lokasi harus dekat dengan sumber air bersih

Dengan mudahnya mendapatkan air bersih, proses beternak ayam petelur dapat berjalan dengan optimal dan pembersihan kandang pun akan semakin mudah.

4. Lokasi kandang harus jauh dari resiko bencana alam

Syarat utama lainnya dalam penentuan lokasi kandang harus jauh dari resiko bencan alam , seperti gempa bumi, banjir, angin puting beliung, dan bencan alam lainnya.

5. Lokasi kandang harus jauh dari polusi udara dan kebisingan

Ayam petelur merupakan unggas yang sensitif terhadap polusi udara dan kebisingan. 

Ayam petelur akan berkurang produksi telurnya jika lokasi kandang bising dan berpolusi. 

Oleh karena itu, diperlukan penempatan lokasi kandang yang sejuk, serta jauh dari kebisingan dan polusi udara.

Setelah menentukan lokasi kandang yang tepat, kemudian langkah berikutnya adalah membuat kandang. 

Jenis kandang untuk ayam petelur dibagi menjadi 2 macam, antara lain:

1. Kandang sistem massal

Kandang ini berisi lebih dari 2 ekor ayam petelur sehingga memiliki ukuran kandang yang cukup luas.

2. Kandang sistem individual

Kandang hanya berisi 1 ekor ayam peterlur. 

Dengan kandang seperti ini, anda akan mudah mengerahui ayam aman yang sehat (ditandai dengan tingginya produsi telur) dan  ayam yang sedang stres (bermasalah dengan produktivitas telur). 

Berdasarkan kelebihan yang ada, banyak peternak ayam petelur yang menggunakan kandang jenis ini.

b. Pakan

Pakan untuk ayam petelur sedikit berbeda dengan ayam pedaging, khususnya nilai gizi yang terkandung di dalam makanan dan jumlah makanan yang diberikan. 

Dengan pemberian  makanan yang tepat, dapat menghasilkan telur secara optimal.pakan untuk DOC yang berumur  0-29 hari sebaiknya mengandung protein 24%,kalsium 1% ,energi 2.800-3.500 kkal,fosfor 0,8% ,lemak 2,5%,dan serat 4%. 

Adapun jumlah makanan yang diberikan untuk ayam petelur,antara lain :

  1. DOC umur 0-1 minggu diberikan pakan sekitar 18 gr\hari\ekor.
  2. Umur 1-2 minggu diberikan pakan sekitar 44 gr/hari/ekor.
  3. Umur 2-3 minggu diberikan pakan sekitar 67 gr/hari/ekor.
  4. Umur 3-4 munggu diberikan pakan sekitar 92 gr/hari/ekor.
  5. Umur 4-5 munggu diberikan pakan sekitar112 gr/hari/ekor.
  6. Umur 5-6 minggu diberikan pakan sekitar 130 gr/hari/ekor.
  7. Umur 6-7 minggu diberikan pakan sekitar 147 gr/hari/ekor.
  8. Umur 7-8 minggu diberikan pakan sekitar 162 gr/hari/ekor.

c. Minum

Selain pemberian pakan dengan ukuran yang tepat, pemberian minum pun harus ditakar agar proses pertumbuhan ayam petelur dapat berjalan dengan optimal. 


Takaran untuk minum, antara lain :
  1. DOC umur 0-1 minggu diberikan minum sekitar 1,82 liter/hari/100 ekor. Untuk menghindari DOC stres ketika pertama kali ditempatkan di kandang, sebaiknya DOC diberikan gula sebanyak 51 gram/liter air dicampur dengan obat anti stres dan air.
  2. Umur 1-2 minggu diberikan minum sekitar 3,15 liter/hari/100 ekor.
  3. Umur 2-3 minggu diberikan minum sekitar 4,55 liter/hari/100 ekor.
  4. Umur 3-4 minggu diberikan minum sekitar 7,71 liter/hari/100 ekor.
  5. Umur 4-5 minggu diberikan minum sekitar 9,54 liter/hari/100 ekor.
  6. Umur 5-6 minggu diberikan minum sekitar 10,92 liter/hari/100 ekor.
  7. Umur 6-7 minggu diberikan minum sekitar 12,72 liter/hari/100 ekor.
  8. Umur sekitar 7-8 diberikan sekitar 14,12 liter/hari/100 ekor.

d. Seleksi Induk

Seleksi induk merupakan hal terpenting di dalam proses beternak. 

Dengan mendapatkan induk yang berkualitas, akan memberikan keuntungan bagi peternak itu sendiri. 

Ciri-ciri induk ayam petelur yang berkualitas, antara lain :
  1. Induk berasal sari ras petelur unggul.
  2. Sehat dan tidak cacat.
  3. Bulunya tidak rontok dan tidak berkutu.
  4. Gerakannya lincah.
  5. Disekitar anusnya bersih dan tidak menunjukkan adanya diare atau kotoran encer.
  6. Disekitar paruh dan lubang hidungny kering dan bersih.
  7. Matanya bersih dan bening.
  8. Bulunya tampak bersih dan mengkilap.

e. Penyakit

1. Berak putih (pullorum)

Penyakit ini disebabkan oleh kuman atau bakteri yang menyerang pada saluran pencernaan dan organ tubuh lainnya.

Indikasi : Gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini adalah kotorannya berwarna putih, tampak lemah dan tidak mau makan.

Pencegahan : Ayam petelur yang terserang penyakit segera dipindahkan dan dikarantina karena dapat menular ke yang lainnya. 

Segera konsultasikan ke dokter hewan atau dinas peternakan untuk mendpatkan pengobatan yang tepat.

2. Tetelo (New Castle Deases/NCD)

Penyakit ini disebabkan oleh virus yang menyerang hampir di seluruh organ tubuh.

Indikasi : Gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini, antara lain diare, tampak lemah, terjadi gangguan pernafasan, serta adanya gejala flu, seperti bersin, pusing yang tampak dari kepalanya yang berputar-putar, yang dapat mengakibatkan kelumpuhan dan kematian.

Pencegahan : Ayam petelur yang terserang penyakit harus dipindahkan dan dikarantina untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. 

Sebaiknya sebelum dipelihara, ayam petelur divaksinasi NCD agar di kemudian hari dapat terhindar dari serangan penyakit ini.

3. Kolera

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Pasteurela avicida yang menyerang saluran pencernaan dan organ tubuh lainnya.

Indikasi : Gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini adalah kotorannya berwarna kuning kehijauan, serta tampak lemah dan tidak mau makan yang dapat mengakibatkan kelumpuhan.

Pencegahan : Lakukan penyuntikan penisilin pada bagian dada. 

Jika anda belum terbiasa melakukannya maka alangkah baiknya jika dikonsultasikan ke dokter hewan atau dinas peternakan setempat.

4. Bercak darah (coccidiosi)

Penyakit ini disebabkan oleh kuman atau bakteri yang menyerang pada bagian saluran pencernaan dan organ tubuh lainnya.

Indikasi : Adanya gejala diare yang kotorannya encer dan tercampur darah, tampak lemah dan tidak mau makan.

Pencegahan : Berikan larutan trisula zuco tablet dengan cara diminumkan. 

Atau berikan kapsul tetra chloine menurut dosis yang dianjurkan, yang dicekokkan ke mulut hingga tertelan.

5. Kutu

Penyakit ini disebabkan oleh kutu yang menyerang bagian bawah bulu. 

Penyakit ini dapat mengganggu produsi telur karena ayam akan merasa kurang nyaman.

Indikasi : Ayam tampak gelisah dan sering mematuk-matuk bulu atau sayapnya. 

Jika dibiarkan dalam jangka waktu lama maka dapat mengakibatkan kerontokan bulu.

Pencegahan : Ayam yang sakit segera dipindahkan dan dikarantina, kemudian segera dilakukan penyemprotan antikutu. 

Konsultasikan ke dokter hewan atau dinas peternakan setempat untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

f. Panen

Ayam petelur dapat menghasilkan telur setelah berumur sekitar 4-6 bulan. 

Selanjutnya, ayam akan mulai bertelur setiap harinya. 


Pengawasan terhadap kandang harus selalu dilakukan setiap hari, minimal 2 kali sehari. 

Setiap ayam bertelur, sebaiknya segera ambil telurnya dan simpan di kotak telur, yang selanjutnya akan dijual ke pasar.