Cara Ternak Ayam Pedaging (Broiler) Lengkap Bagi Pemula

Beberapa waktu lalu , peternakan ayam sempat mengalami guncangan berupa adanya serangan virus flu burung. 

Namun, akhir-akhir ini bisnis peternakan ayam mulai bangkit kembali. 

Hal terpenting dalam beternak ayam adalah selalu menjaga kebersihan kandang. 

Selain itu, setiap ayam juga perlu diberi vaksin, obat-obatan dan vitamin agar daya tahannya menjadi kuat dan bebas dari berbagai macam penyakit. 

Bisnis ayam pedaging sangat menjanjikan karena hampir seluruh masyarakat menyukai daging ayam. 

Hal ini tampak dari adanya permintaan pasar yang tidak pernah sapi dan hampir seluruh rumah makan menyediakan menu berupa daging ayam. 

Waktu panennya pun sangat singkat yaitu 36-40 hari. Dengan demikian, bisnis sangat menjanjikan.

Pedoman Beternak Ayam Pedaging (Broiler)

Ayam pedaging (broiler) termasuk unggas yang mudah untuk diternakkan dan sangat respon terhadap pemberian pakan sehingga proses pertumbuhannya sangat cepat. 

Walaupun demikian, hewan ini rentan terhadap penyakit sehingga diperlukan pemeliharaan yang tepat, misalnya pemberian vaksin dan obat-obatan, serta selalu menjaga kebersihan kandang. 

Adapun tahapan di dalam beternak ayam pedaging (broiler), antara lain sebagai berikut :

a. Kandang

Kandang ayam broiler umumnya berisi puluhan hingga ratusan ayam dengan lantai kandang menggunakan tanah atau displenter semen. 

Agar lebih mudah dalam membersihkan kandang, sebaiknya lantai kandang diplester dengan semen. 

Agar terasa hangat, berikan jerami, serbuk kayu atau karung goni sebagai alasnya. 

Aliran udara di dalam kandang juga harus berjalan baik sehingga ayam dapat berkembang dengan optimal. 

Ukuran kandang untuk peternakan skala kecil berkisar antara 4-100 meter persegi. 

Kandang dibuat dengan kayu atau bambu. Kandang sebaiknya diberi peneragan agar suhu di dalam tetap hangat. 

Lokasi kandang pun harus jauh dari pemukiman penduduk. 

Adapun jarak minimal antara kandang dengan pemukiman adalah 10 meter.

b. Pakan

Pakan utama ayam pedaging (broiler) berupa ransum yang diproduksi pabrik dan biasanya pada kemasan pakan tersebut tercantum umur-umur tertentu. 

Pakan untuk starter 1 diberikan pada ayam yang berumur 0-1 bulan dan pakan untuk starter 2 diberikan pada ayam yang berumur 1 bulan hingga panen. 

Untuk menjaga agar daya tahan tubuh ayam kuat, sebaiknya diberikan vitamin, vaksin dan juga obat-obatan.

c. Seleksi anak broiler (DOC)

Dengan mendapatkan DOC yang berkualitas, proses ternak broiler akan berjalan dengan optimal. 

Oleh karena itu, seleksi DOC merupakan hal yang perlu diperhatikan. 

Ciri-ciri DOC yang berkualitas adalah sebagai berikut :

  1. Tampak licah dan aktif.
  2. Matanya jernih dan cerah.
  3. Bulunya bersih.
  4. Di bagian dubur dan sekitarnya bersih, menandakan DOC sehat dan tidak diare.
  5. Bentuk tubuhnya ideal dan tidak cacat.

d. Perawatan

Perawatan merupakan syarat utama agar DOC dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. 

Adapun perawatan yang biasa dilakukan antara lain :
  1. Sebelum DOC dimasukkan, terlebih dahulu kandang disiapkan dengan cara pemberian litter. Litter yang biasa digunakan adalah berupa tumpukan sekam. Caranya, lantai dikandang ditutupi dengan koran, kain, kardus atau karung, kemudian diatasnya diberikan sekam hingga agak tebal. Setelah itu sekam ditutup kembali dengan menggunakan kertas koran, kardus, kain atau karung. Usahakan agar sekam tetap kering karena jika sekam basah dan lembab maka akan mengakibatkan DOC terserang penyakit. Siapkan pula tempat makan dan tempat minum, serta nyalakan pemanas sehingga suhu di dalam kandang sekitar 35 derajat celcius.
  2. Masukkan DOC ke kandang dan berikan air gula jawa selama 45 menit agar DOC menjadi segar kembali dan tidak stres akibat perjalanan yang cukup panjang. Jangan lupa ganti ayr gula tersebut karena dikhawatirkan air gula akan dikerumuni semut dan dapat menyerang DOC. Selanjutnya, berikan pakan, Pemberian pakan sebaiknya terus-menerus atau jika tempat makan habis maka segera diisi pakan lagi.
  3. Usahakan kandang selalu bersih. Setiap 2 hari sekali, alas litter yang berupa kardus atau karung harus diganti dengan yang baru karen akotoran DOC mulai banyak. Litter dibuang pada saat DOC berumur 2 hari.
  4. Lantai kandang, tempat makan dan tempat minum broiler harus selalu dijaga kebersihannya sehingga kuman penyakit tidak dapat berkembang biak. Disinfektan yang biasa digunakan adalah septosid atau dapat pula menggunakan detergen.

e. Penyakit Ayam Broiler


1) Tetelo (New Castle Deases/NCD)

Penyakit ini disebabkan oleh virus yang menyerang hampir di seluruh organ tubuh.

Indikasi : Gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini antara lain diare, tampak lemah, terjadi gangguan pernafasan, serta adanya gejala flu, seperti bersin, pusing yang tampak dari kepalanya yang berputar-putar, yang dapat mengakibatkan kelumpuhan dan kematian.

Pencegahan : Ayam broiler yang terserang penyakit harus dipindahkan dan dikarantina untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. 

Sebaiknya sebelum dipelihara, ayam broiler divaksinasi NCD agar di kemudian hari dapat terjhindar dari serangan penyakit ini.

2) Berak Putih (coccidiosis)

Penyakit ini disebabkan oleh kuman atau bakteri yang menyerang pada bagian saluran pencernaan dan organ tubuh lainnya.

Indikasi : Adanya gejala diare yang kotorannya encer dan tercampur darah, tampak lemah, dan tidak mau makan.

Pencegahan : Berikan larutan trisula zuco tablet dengan cara diminumkan. 

Atau berikan kapsul tetra clhoine menurut dosis yang dianjurkan, yang dicekokkan ke mulut hingga tertelan.

f. Panen

Panen ayam broiler tergolong cepat, yaitu 36-40 hari dengan bobot kurang lebih 1,65-2 kg/ekor.